Tunjangan 262 PNS Minahasa Dipangkas

Sebanyak 262 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, mendapat sanksi tegas. Mereka mendapat hukuman pemangkasan tunjangan.
Sanksi ini dijatuhi akibat mengabaikan peringatan HUT RI 17 Agustus 2019. Mereka tak mengikuti upacara detik-detik proklamasi. Kepala BKPSDM Minahasa Drs Moudy Pangerapan MAP membenakan hal ini.
“Kita sudah evaluasi diseluruh SKPD sampai tingkat kecamatan. Sebanyak 262 ASN ternyata tidak mengikuti upacara yang wajib diikuti, tak hanya pegawai tapi seluruh masyarakat,” tegas Pangerapan, Kamis (5/9) kemarin kepada Manado Post.
Lanjut dijelaskannya, PNS yang tidak mengikuti upacara dan rangkaian acara 17 Agustus diberikan teguran lisan dan dipotong tunjangan penghasilan pegawai (TPP) sesuai peraturan Bupati Nomor 42/2018 tentang kriteria pemberian tambahan penghasilan kepada ASN di lingkup Pemkab Minahasa.
“Berdasarkan peraturan, pejabat akan dipotong TPP nya bulan Agustus sebesar 10 persen. Dan untuk pelaksana atau ASN lainnya dikenakan potongan sebesar 7 persen,” jelasnya.
Sekretaris Kabupaten Minahasa Fritz Muntu menyampaikan, sebelumnya para PNS telah diingatkan terkait kehadiran dalam upacara Kemerdekaan RI.
“Intinya para ASN sudah disampaikan sebelumnya dengan tegas, terkait kehadiran. Jadi jangan heran kalau TTP kita potong dikarenakan ketidakhadiran para ASN dalam upacara,” kata dia.
Sebelumnya, Bupati Minahasa Ir Royke O Roring MSi juga menegaskan dan meminta BKPSDM Minahasa menindak tegas PNS yang tak ikut upacara 17 Agustus.
“Pembinaan kepegawaian, tolong tingkatkan disiplin kepegawaian. Yang tidak ikut apel 17 Agustus, itu langsung dikenakan sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas ROR.
Dirinya menyesalkan masih ada ASN yang tidak mengikuti aturan dan arahan. Apa lagi soal apel. “Sedangkan upacara 17 Agustus saja tak ikut, apalagi apel lain. Ini penting,” tandasnya.(cw-02/gnr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.