Solid Gold |Amerika Upayakan Peran Keamanan Baru di Asia Tengah

Solid Gold Manado – Ketika Amerika menarik pasukan terakhirnya di Afghanistan, pemerintahan Biden mengamati Asia Tengah lebih seksama dibanding kapan pun sejak awal tahun 2000-an, sebagai potensi lokasi peluncuran sisa operasi kontra-terorisme di wilayah itu.

Namun perencanaan operasi itu dipersulit oleh skeptimisme negara-negara ini terhadap Washington DC, yang oleh sebagian orang di kawasan itu dipandang sebagai mitra yang tidak dapat diandalkan. Sementara Rusia dan China – yang keduanya dinilai memainkan peran signifikan di Asia Tengah – hampir tidak mungkin menyambut peningkatan kehadian militer Amerika di wilayah yang mereka anggap sebagai “halaman belakang” mereka sendiri.

Penjabat Asisten Menteri Pertahanan Amerika Untuk Indo-Pasifik David Helvey pada 12 Mei lalu mengatakan pada Komite Angkatan Bersenjata DPR bahwa belum ada pengaturan dengan negara-negara tetangga Afghanistan untuk mengijinkan keberadaan pasukan atau pengawasan oleh Amerika.

“Kami masih memiliki kemampuan untuk melakukan penuntutan teroris dari berbagai posisi di sekitar kawasan itu. Memperkirakan apa yang akan terjadi… merupakan bagian penting dari persamaan itu,” ujar Helvey.

Helvey juga mengatakan kepada Kongres bahwa Pentagon sedang melihat wilayah yang “lebih dekat ke Afghanistan” tanpa menyebut negara tertentu.

Sementara Panglima Komando Pusat Amerika, Jendral Marinir Kenneth McKenzie, mengkonfirmasi bahwa Washington sedang menjajaki opsi untuk menyimpan aset di Asia Tengah guna menanggapi ancaman apapun.

“Kami belum memiliki perjanjian apapun,” ujarnya pada Kongres 20 April lalu.

McKenzie menjelaskan bahwa Amerika membutuhkan platform intelijen, pengawasan dan pengintaian di wilayah itu, yang dapat mencakup pesawat-pesawat besar berawak dan pesawat nirawak.

Departemen Luar Negeri Amerika, yang memimpin pembicaraan itu, mengatakan pada VOA bahwa Amerika sedang mereorganisir postur kontra-terorismenya untuk mencegah munculnya kembali ancaman teroris.

Sejumlah pejabat di Departemen Luar Negeri Amerika menegaskan bahwa “negara-negara tetangga Afghanistan memahami kepentingan kami dalam hal mengatasi terorisme internasional, khususya ancaman dari ISIS dan Al Qaeda.”

Amerika memiliki kerjasama militer dan perjanjian penggunaan wilayah udara untuk terbang dengan semua negara di Asia Tengah, kecuali Kyrgyzstan, yang berakhir tahun 2014 ketika Amerika menutup pangkalan udara di Bishkek.Solid Gold

Baca Juga :

Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka

Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar

Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial

Solid Gold | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | Luar Biasa Solid Gold Berjangka

Solid Gold | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan

Solid Gold | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh

Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan

Solid Gold | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan

Solid Gold | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial

Solid Gold | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih

Solid Gold | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif

Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi

Solid Gold | Perang Dagang Buat Emas Berkilau

Solid Gold | Harga Emas Anjlok

Solid Gold | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini

Solid Gold | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan

Solid Gold | Olein Akan Meningkat di 2020

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.