Gaji Pas-pasan Bukan Alasan Tak Bisa Investasi, Simak 8 Trik Ini!

Selama ini, mungkin ada pemahaman keliru bahwa investasi itu hanya untuk orang-orang kaya dan sukses. Tapi, siapa bilang? Faktanya, sekarang ini, siapa pun bisa berinvestasi asalkan punya niat dan keinginan.
Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi juga tidak sebesar apa yang dibayangkan. Bahkan, selembar uang Rp 100 ribu saja pun sudah cukup untuk dijadikan modal investasi. Lalu pertanyaan lain: apakah investasi bisa dilakukan oleh orang yang bergaji pas-pasan? Jawabannya: bisa.
Gaji “ngepas” memang tak seharusnya jadi alasan untuk tidak berinvestasi. Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut trik yang bisa dipakai agar bisa mencoba investasi meski gaji pas-pasan:

  1. Pangkas Biaya Kebutuhan Sehari-hari
    Jika selama ini Anda suka acuh tak acuh terhadap pengeluaran sehari-hari, sekarang saatnya berubah. Perhatikan setiap lembar uang yang dikeluarkan untuk membeli kebutuhan, agar Anda tahu jumlah uang yang sudah dihabiskan.
    Apabila salah satu pos pengeluaran dianggap terlalu besar, jangan ragu buat memangkas biaya untuk pos tersebut agar lebih hemat. Hal yang sama juga perlu dilakukan untuk pos-pos pengeluaran yang lain.
    Ini penting dilakukan agar semua pengeluaran efektif dan tepat guna. Uang dari hasil pemangkasan bisa dialihkan untuk modal investasi. Lakukan cara ini secara rutin setiap bulan, sehingga aktivitas investasi berjalan lancar, dan uang yang diinvestasikan pun bertambah dari waktu ke waktu.
  2. Cari Tempat Tinggal yang Sederhana dan Murah
    Mencari tempat tinggal yang murah tampaknya cukup sulit, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Tapi tenang, masih ada lokasi lain yang bisa dijadikan alternatif untuk menghemat biaya tempat tinggal.
    Misalnya di sekitar Jakarta, masih ada lokasi di kawasan Bekasi, Depok, Bogor, atau Tangerang. Memang sih, lokasi yang jauh akan sedikit menyulitkanmu saat berangkat dan pulang kerja. Tapi demi menghemat, kamu pasti tidak keberatan untuk melakukan hal ini setiap hari.
    Kalaupun ingin tetap tinggal di Jakarta, cobalah cari kos-kosan yang satu kamarnya bisa diisi minimal oleh dua orang, sehingga biaya kos yang dibayarkan jauh lebih hemat. Anda pun juga tetap bisa berinvestasi setiap bulannya dengan meminimalisir pengeluaran untuk tempat tinggal ini.
  3. Pakai Sistem Autodebet
    Sistem autodebet ini cocok buat Anda yang sibuk bekerja dan pelupa. Sistem ini akan membantu Anda untuk membayar tagihan secara rutin tanpa ada satu tagihan pun yang terlewatkan. Sangat mudah dan praktis, sistem autodebet juga akan menjauhkan Anda dari yang namanya utang akibat lupa membayar tagihan.
    Dengan sistem ini, tagihan akan dibayarkan secara otomatis sesuai dengan tanggal pemotongan yang sudah ditetapkan. Jadi, bagi Anda yang selama ini uangnya habis untuk membayar bunga atau denda tagihan, sekarang uangnya bisa dialihkan ke investasi. Meski jumlahnya sedikit, tetapi sudah lumayan untuk menambah-nambah investasi
  4. Menabung Seminggu atau Sebulan Sekali
    Yakin masih mau bermalas-malasan menabung? Sebaiknya jangan, karena uang yang ditabung nantinya bisa Anda investasikan bila jumlahnya sudah cukup. Misalnya saja, bisa diinvestasikan dalam bentuk deposito, obligasi, ataupun saham.
    Jika menabung umumnya dilakukan setiap bulan, Anda juga bisa menggantinya menjadi setiap minggu, sehingga jumlah tabungan bisa bertambah secara signifikan. Yang penting, jadikan menabung sebagai suatu kewajiban.
    Semoga kedisiplinan dalam menabung ini menjadi suatu kebiasaan, sehingga hasilnya nanti bisa Anda nikmati sendiri di masa mendatang. Kuncinya adalah disiplin dan komitmen.
  5. Belanjalah di Waktu yang Tepat
    Belanja menjadi aktivitas yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Intinya, berbelanja di saat yang tidak tepat justru dapat memperbesar arus kas keluar. Akibatnya, keinginan untuk menginvestasikan uang pun sulit diwujudkan.
    Alangkah baiknya Anda sering mencari tahu promo-promo yang sedang ditawarkan oleh toko atau supermarket. Manfaatkan promo ini untuk mengurangi pengeluaran. Adapun sisa uang belanjaan bisa langsung disimpan, sebelum akhirnya dialihkan untuk investasi.
    Satu lagi yang tidak kalah penting yaitu mencatat daftar kebutuhan sebelum berbelanja. Dengan demikian, aktivitas belanja konsumtif dapat dihindari dengan mudah, dan Anda juga bisa belajar untuk tidak impulsif dalam berbelanja.
  6. Jangan Beli Barang sebagai Pemuas Keinginan Saja
    Namanya manusia, pasti punya keinginan untuk membelanjakan barang di luar kebutuhannya. Sangat wajar memang, tapi coba pikirkan kembali manfaat yang bisa diperoleh dari barang tersebut.
    Ini bertujuan agar Anda bisa membuat keputusan terbaik sebelum akhirnya membeli barang. Apabila manfaat barang hanya sebagai pemuas nafsu, lebih baik tunda keinginan untuk membeli. Sebab, masih banyak barang lain yang tak kalah pentingnya dibanding barang yang diinginkan tersebut.
    Ketika Anda berhasil mengontrol aktivitas membeli barang, maka aktivitas investasi pun tidak akan terganggu. Sebab, pengeluaran otomatis akan lebih terkontrol dengan baik.
  7. Tekan Jumlah Utang Seminimal Mungkin
    Adanya utang tentu akan menghambat niat Anda untuk berinvestasi. Bagaimana tidak, sebagian besar uang yang didapat cuma akan habis untuk mencicil utang sampai lunas.
    Maka dari itu, cobalah untuk mengurangi kebiasaan berutang, agar pengalokasian gaji juga kelihatan dan keuangan menjadi lebih sehat. Bagi yang sudah terlanjur berutang, sebaiknya lunasi juga utang itu secepat mungkin.
    Bayar utang sebelum tanggal jatuh tempo, guna menghindari denda keterlambatan dan meningkatnya suku bunga utang. Lalu, berhentilah meminjam uang setelah semua utang lunas. Kelola gaji pas-pasan dengan baik, dan tingkatkan alokasinya untuk dana investasi.
  8. Jangan Mudah Ikut-ikutan Orang Lain
    Jika selama ini Anda suka mengikuti gaya hidup orang lain, berhentilah. Ini tidak akan memberi manfaat untuk Anda dalam bentuk apa pun. Apa yang didapatkan justru sebaliknya, di mana kondisi keuangan kacau-balau, utang menumpuk di sana-sini, dan kesempatan berinvestasi pun hilang.
    Tak ada salahnya untuk tetap pada gaya hidup sendiri. Ingat, Anda tidak perlu mengikuti apa yang orang lain lakukan, apalagi kalau ujung-ujungnya malah dapat menjerumuskan kondisi finansial Anda.
    Pikirkan masa depan, agar Anda tidak seenaknya menghabiskan uang. Investasikan sedikit demi sedikit. Lama-kelamaan jumlah uang itu pun akan menjadi ‘bukit’. Apalagi kalau Anda melakukannya dengan gigih, tekun, dan tetap disiplin dalam menginvestasikan uang.

Gaji Bukan Tolok Ukur Mutlak dalam Berinvestasi
Gaji pas-pasan tapi ingin berinvestasi? Silakan saja. Anda bisa menerapkan cara-cara di atas, agar berinvestasi tidak hanya sebatas keinginan tetapi bisa diwujudkan secara nyata. Ya, sebab gaji bukan lagi menjadi tolak ukur dalam kegiatan investasi.
Berapa pun gaji yang diterima, seburuk apa pun kondisi finansial saat ini, Anda tetap diperbolehkan dan bisa berinvestasi. Tingkatkanlah kepedulian Anda terhadap masa depan untuk menumbuhkan niat dalam berinvestasi. Mulai berinvestasi sejak dini, bila Anda menginginkan masa depan yang bahagia dan aman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.